Bunda, Lakukan Ini Pertama Kali Jika Si Kecil Alami Luka Bakar

Ilustrasi tangan ibu dan anak .
VIVA – Cucu Menko Wiranto yang baru berusia satu tahun, meninggal dunia akibat terpeleset dan jatuh ke kolam. Sang cucu, Achmad Daniyal Alfatih, kini telah disemayamkan di pemakaman keluarga di Karanganyar, Jawa Tengah.

Kasus tersebut, tentu menjadi sumber kewaspadaan lebih bagi para orangtua. Pertolongan pertama pada kasus darurat yang menimpa bayi, perlu dipahami. Salah satunya, pertolongan pertama pada kasus luka bakar anak.

Luka bakar dapat terjadi secara tiba-tiba dan selalu membuat panik orangtua. Sesungguhnya, luka bakar tidak selalu disebabkan oleh api saja, listrik, atau zat kimia seperti asam dan basa kuat dapat juga menyebab luka bakar.

Dikutip dari laman IDAI, berdasarkan derajat keparahan (luas luka dan kedalaman), luka bakar dapat dibagi menjadi luka bakar ringan, sedang dan berat. Luka bakar luas dan dalam, yang mengenai alat kelamin, sendi utama tubuh, telapak tangan dan kaki, daerah muka, serta terdapat kecurigaan adanya panas yang terhirup ke saluran pernapasan atau pencernaan tergolong luka bakar berat. Luka bakar berat membutuhkan perawatan di rumah sakit sehingga orangtua harus membawa anak ke rumah sakit.

Perawatan luka bakar ringan (superfisial dan terlokalisir) dapat dilakukan di rumah dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Sementara itu untuk luka bakar sedang, orangtua tetap perlu membawa anak ke dokter untuk mendapat evaluasi dan penilaian luka dari dokter namun perawatan luka selanjutnya dapat dilakukan di rumah.

Prinsip pertama yang harus diingat orangtua apabila anak tersiram air panas atau tanpa sengaja tersentuh api atau benda panas lainnya adalah jangan panik dan segera jauhkan anak dari sumber panas. Lalu, dinginkan bagian tubuh yang terkena luka bakar dengan air mengalir selama 10-20 menit.

“Tidak dianjurkan menggunakan air es ataupun menambahkan bahan lain seperti mentega atau kecap karena dapat mengiritasi kulit yang terbakar dan menyebabkan kerusakan jaringan lebih lanjut,” ujar Niken W. Puspaningtyas,Staf Divisi Pediatri Gawat Darurat FKUI-RSCM, dikutip dari laman IDAI, Jumat 16 November 2018.

Selanjutnya, lakukan penilaian jenis luka bakar. Apabila dalam penilaian dilihat luka bakar tersebut tergolong ringan, lanjut dinginkan dengan air mengalir hingga 20 menit. Namun bila ditemukan bula pada luka bakar, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan luka lebih lanjut.

Berikan salep pelembab, seperti salep yang mengandung aloe vera pada luka bakar ringan. Lakukan perawatan luka bakar secara terbuka, tidak perlu ditutup kasa.obat anti-nyeri seperti Parasetamol dapat diberikan pada anak apabila dalam observasi di rumah anak mengeluh sakit dan rewel.

Luka bakar ringan akan sembuh dalam waktu kurang dari 6 hari. Luka bakar sedang memerlukan waktu yang lebih lama yaitu 20 hari. Kesembuhan luka bakar bergantung pada tatalaksana awal di rumah, oleh sebab itu orangtua harus mengetahui tindakan apa saja yang harus diberikan pada anak mereka apabila mengalami luka bakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *