Sentil Prabowo Cs, Jubir TKN Banggakan Program Jokowi Angkat Ibu-ibu

Presiden Joko Widodo (kiri) saat kegiatan pembagian sertifikat tanah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
VIVA – Tahapan kampanye Pemilihan Presiden 2019 terus diwarnai propaganda dari dua kubu untuk mengeruk suara pemilih salah satunya kaum perempuan. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir mengatakan era pemerintahan Jokowi sudah memberikan bukti peduli terhadap kondisi perempuan terutama kalangan ibu-ibu.

Menurut Inas, sejak memimpin sebagai presiden, Jokowi sudah melakukan terobosan dalam hal ini. Salah satunya menginstruksikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mengurusi usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK).

“PNM ini salah satu BUMN yang juga menyertakan mengurusi ibu-ibu prasejahtera dalam program UMKMK. Hingga kini hasilnya dapat dinikmati oleh lebih dari satu juta kepala keluarga di seluruh penjuru tanah air,” kata Inas dalam keterangannya, Jumat, 16 November 2018.

Dijelaskan Inas, sejak 2015, peran PNM sudah menggelontorkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Program ini dinilai sebagai terobosan karena mampu mengangkat kondisi ibu-ibu prasejahtera karena nasabahnya perempuan.

Bagi dia, mengherankan bila program Jokowi dipandang negatif dan tak pro terhadap rakyat kecil.

“Proses menjadi nasabah Mekaar di PNM tidaklah rumit. Cukup mengumpulkan ibu-ibu prasejahtera sejumlah kurang lebih 30 orang di lingkungan RW di dalam radius dua kilometer di mana penghasilan keluarganya hanya sekitar 800 ribu rupiah per bulan,” jelas Ketua Fraksi Hanura di DPR itu.

Kemudian, Inas pun membanggakan program Mekaar ini sudah memiliki anggota 3,6 juta jiwa nasabah. Angka ini melonjak drastis ketika sepanjang 2015 hanya 400 ribu. Semester pertama pada 2019 ditargetkan tembus 4 juta jiwa.

Lanjutnya, Inas mengkritik kubu rival di Pilpres 2019 yang tak memiliki realita program namun sudah mengecap negatif kinerja Jokowi. Dengan program Mekaar ini menurutnya bisa menjawab cibiran kubu lawan terutama cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang sudah membuat jargon emak-emak.

“Program ini digerakkan tanpa gembar gembor atau ngoceh ke sana kemari,” tutur Inas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *