Pertolongan Pertama saat Terjadi Perdarahan Pada Anak

Ilustrasi tangan ibu dan anak .
VIVA – Kasus kematian cucu Menko Polhukam Wiranto, Achmad Daniyal Alfatih, membuat banyak orangtua perlu meningkatkan kewaspadaannya. Pasalnya, balita 1 tahun-an itu meninggal akibat terpeleset dan jatuh ke kolam.

Kasus gawat darurat pada anak, tak hanya terjadi saat jatuh dan terpeleset. Namun, di beberapa kasus tertentu, perdarahan bisa memicu kondisi darurat sehingga kehilangan banyak darah serta alami komplikasi.

Dilansir dari laman Kidshealth, saat anak alami perdarahan, sebaiknya orangtua segera mengistirahatkannya dengan duduk atau berbaring. Setelah itu, angkat bagian yang luka agar lebih tinggi dari jantung.

Hal ini akan mengurangi jumlah aliran darah yang mengalir di sekitar luka. Jika lukanya kotor, bersihkan terlebih dahulu dengan air dingin atau hangat. Jangan gunakan air yang terlalu panas.

Pembersihan luka juga bisa dilakukan dengan air dari botol. Jangan sekali pun membersihkan luka dengan alkohol atau cairan sejenisnya. Cairan itu dapat menyebabkan nyeri atau iritasi.

Sebelum Anda mencoba untuk menekan area perdarahan, bersihkan tangan terlebih dahulu untuk menurunkan risiko infeksi. Ambil kain bersih dan tekan area yang berdarah tersebut. Tahan selama minimal 5 menit.

Saat perdarahan sudah melambat atau berhenti, segera tutupi luka dengan balutan kassa steril. Tetapi, saat anak memperlihatkan tanda syok seperti wajah pucat, suhu tubuh yang menurun, berkeringat hebat, sesak nafas, serta penurunan kesadaran, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *