Motor Kecil Wajib Pakai ABS, ‘Terlalu Berlebihan’

Contoh rem depan motor yang dilengkapi ABS.
VIVA – Belakangan wacana motor kecil bakal diwajibkan menggunakan perangkat rem antilock braking system ramai menjadi perbincangan publik.

Menurut beberapa penelitian, fitur pengereman tersebut dapat mencegah risiko kecelakaan sepeda motor hingga 27 persen. Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan berencana menerapkan ABS untuk semua jenis motor yang dijual di Indonesia.

Honda menyatakan keberatannya. Jenama asal Jepang itu menganggap penggunaan ABS pada motor ber-cc kecil masih jauh dari kebutuhan. Sebab tak masuk akal dengan kenyataan di jalan raya.

“Kan kalau kita lihat kebiasaan di Indonesia itu stop and go-nya cukup tinggi. Tidak selalu konsisten pada speed. Misalnya di atas 100 kilometer per jam. Cara pemakaian seperti itu kita perlu lihat juga,” kata Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Thomas Wijaya, di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu 17 November 2018.

Rem ABS, kata dia, baru dianggap perlu jika ada regulasi yang membolehkan sepeda motor dapat digunakan di jalan bebas hambatan alias tol. Faktor infrastruktur turut jadi salah satu faktor hal itu belum masuk dalam kebutuhan para pengendara di Tanah Air. Mengingat jalan di Indonesia masih belum mulus.

“Jadi kita melihat sih ABS itu terlalu berlebihan kalau itu dalam kondisi motor yang digunakan untuk keperluan perkotaan dan infrastruktur masih demikian.”

Untuk menyesuaikan mesin pun ada perhitungan sendiri. Karena berkaitan dengan karakter dan sebagainya. Sementara Honda menyatakan sudah cukup percaya diri dengan fitur-fitur safety yang sudah dibekali pada motor-motor entry-level-nya.

“Kita punya fitur CBS, idling stop, brake lock. Jadi kalau dilihat dari unsur safety-nya sudah cukup lah,” katanya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *