Penyebab MU Gagal Tekuk PSMS Usai Unggul 3-0

Duel PSMS Medan vs Madura United.
VIVA – Madura United (MU) gagal meraih poin penuh usai bermain imbang 3-3 dengan PSMS Medan di Stadion Teladan, Medan, Sabtu 17 November 2018. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini padahal mampu unggul 3-0 di babak pertama melalui Munhar, Asep Berlian, dan Engelberd Sani. Namun, MU harus rela berbagi angka setelah tuan rumah mampu menyamakan skor pada awal babak kedua. 

Pelatih Laskar Sapeh Kerrab, Gomes de Oliviera mengatakan anak asuhnya gugup pada saat gol pertama dari PSMS saat babak kedua baru dimulai melalui Frets Butuan. Anak asuhannya semakin grogi ketika PSMS mampu memperkecil dan menyamakan kedudukan melalui Antoni Putro Nugroho dan Felipe dos Santos Martins. 

“Hari ini pertandingan yang bagus. Kami menang di babak pertama. Mereka menang di babak kedua, sama-sama fight. Terlalu cepat terjadi gol di babak kedua dari mereka. Dua-duanya berjuang untuk kemenangan tadi. Pemain Madura setelah gol pertama langsung gugup. Tapi, kita bisa dapat poin di sini sudah bagus,” katanya usai pertandingan. 

Padahal Gomes sudah mewanti-wanti agar timnya bermain tenang dan mencoba menurunkan tempo pertandingan. Namun, strategi itu tidak berjalan mulus. 

“Tadi saya sudah bicara di ruang ganti untuk tetap fokus dan berjuang karena pertandingan belum selesai. Saya sudah awasi dan coba turunkan tempo tapi kita tidak bisa. Lawan menampilkan tempo tinggi di babak kedua. Kita tidak bisa turunkan tempo PSMS. Mereka cetak gol dan kami jadi grogi. Lawan bagus di babak kedua,” jelas pelatih asal Brasil ini.

Gomes tetap puas lantaran anak asuhannya mampu mencetak gol di kandang lawan. Penampilan ini setidaknya menunjukkan permainan Laskar Sape Kerrab sudah sedikit membaik ketika laga tandang. 

“Saya senang sekali ketiga pemain kami cetak gol di kandang lawan. Sedihnya tidak bisa kontrol kemenangan yang sudah di tangan untuk dibawa poin ke Madura,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *