Kakek 67 Tahun Riding ke Pangandaran demi Honda Bikers Day

Kakek Bay, biker PCX asal Tangerang ramaikan HBD 2018.
VIVA – Ajang satu dekade Honda Bikers Day 2018, yang digelar di Lapang Katapang Doyong, Pangandaran, Jawa Barat, sepertinya sukses menyedot banyak sekali pemotor dari seluruh penjuru Tanah Air.

Panitia mencatat sebanyak 26.342 bikers tumpah ruah memenuhi helatan satu dekade HBD 2018. Bikers yang datang tak cuma dari sekitar Pulau Jawa saja, karena juga melibatkan bikers-bikers dari berbagai provinsi, hingga terjauh dari Papua dan Aceh.

Menariknya, HBD juga menjadi magnet tersendiri bagi bikers berusia tua seperti Bay, kakek 67 tahun asal Tangerang. Kakek dua anak dan dua cucu yang acap disapa Mas Bay itu datang bersama rekan-rekannya sesama pencinta PCX 150.

Walau untuk sekadar melihat ponsel saja dia selalu mendekatkan matanya rapat-rapat, tetapi untuk urusan jalan raya seakan menabrak batas-batas usia. Dia tetap semangat memuntir gasnya untuk sampai ke Bumi Pananjung.

“Kalau baca, saya memang mesti pakai kacamata dan harus lihat dari dekat. Tapi kalau bawa motor enggak masalah, lalu lintas malam pun masih terlihat jelas,” kata Mas Bay membuka obrolan, di Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu malam, 17 November 2018.

Sudah sebulan belakangan, dia bersama rekan-rekan komunitas Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Chapter Tangerang, merencanakan perjalanan menghadiri Satu Dekade HBD 2018.

Mas Bay menganggap momentum inilah yang bisa digunakan untuk melepas rindu bertemu banyak teman lama. Selain itu, ajang ini merupakan HBD pertama yang diikutinya, sebab pada HBD-HBD sebelumnya dia selalu berhalangan hadir.

Pemilik nomor anggota 180 ini memulai riding dari Tangerang, sejak Jumat 16 November 2018, pukul 17.00 WIB. “Ada dua gelombang, pertama 21 motor. Kedua ada 35 motor. Saya ikut yang kedua,” kata pemilik PCX lansiran 2013 ini.

Walau harus berkendara motor selama berjam-jam niat untuk mencari persaudaraan sukses mematahkan rasa lelahnya. “Yang penting touring ini tujuannya positif, mencari persaudaraan, saling mengenal.”

“Saya masih kuat bawa motor lama, tetapi kadang teman-teman suka merasa toleransi dan ajak berhenti untuk istirahat. Padahal, saya enggak minta,” kata kakek yang dijuluki sesepuh ini.

Perjalanan luar kota bukan kali pertama dilakukannya. Sepak terjangnya di dunia otomotif dan touring sudah lama dilakoninya. Touring ke Bromo, Lampung, serta banyak kota lainnya sering dilakoni. “Sebulan kemarin baru dari Wonosobo touring PCX,” katanya lagi semangat.

Sejak muda, Kakek Bay memang sering melakukan aktivitas ini. Kecintaannya akan otomotif juga dimanifestasikan dengan motor-motor yang dimilikinya. Kakek Bay turut dikenal banyak bikers, karena pernah menggunakan Honda Beat bermodifikasi low rider.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *