Gejala Keracunan Makanan dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi sajian kuliner.
VIVA – Beberapa hari yang lalu, saya mengalami kemungkinan keracunan makanan, walaupun saya tidak tahu pasti makanan apa yang berpotensi menyebabkan masalah ini. Pada awalnya, perut terasa melilit, sehingga saya hanya bisa meringkuk dan mencari posisi yang nyaman.

Saya menghabiskan malam itu dengan beristirahat di kamar karena nyeri yang dirasakan menyulitkan saya untuk beraktivitas. Kemudian, gejalanya disusul dengan muntah sebanyak 3 kali sekitar 6 jam setelah makan. Hal ini cukup aneh, sebab biasanya makanan hanya transit di lambung dalam 3-4 jam setelah makan.

Mungkin pada saat itu memang pencernaan saya sedang bermasalah, sehingga pergerakan fungsinya menjadi lebih lama. Saya merasa sangat lemas. Namun, karena masalah ini terjadi pada dini hari, saya malas berobat ke rumah sakit. Saya tahu ini salah. Seharusnya saya segera pergi ke rumah sakit karena ada risiko dehidrasi. Pasalnya setelah muntah, tubuh saya menolak dimasukkan makanan lagi.

Memang tidak semua nyeri perut yang disertai dengan mual, muntah, dan BAB cair berkaitan dengan keracunan makanan. Perlu dilihat kemungkinan makanan yang dikonsumsi dalam 48 jam terakhir. Apakah kira-kira ada makanan yang kurang bersih atau kurang matang, yang dicurigai menjadi penyebab keracunan makanan?

Baca Selengkapnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *