Kendaraan Tempur Buatan Pindad Kini Dilengkapi Rudal Canggih

Kendaraan tempur Komodo 4×4 buatan PT Pindad milik Artileri Pertahanan Udara TNI Angkatan Darat dipamerkan di Kota Batu, Jawa Timur, Minggu 18 November 2018.
VIVA – TNI Angkatan Darat terus memperbarui alat utama sistem persenjataan atau alutsista, termasuk Pusat Persenjataan Artileri Pertahanan Udara di Kota Batu, Jawa Timur.

Beberapa alutsista terbaru dipamerkan kepada masyarakat, di antaranya, Mistral platform Atlas, Multpurpose Combat Vehicle (MPCV), dan sistem rudal starstreak. 

Mistral platform Advanced Twin Launcher Anti-Air strike (Atlas) adalah rudal pertahanan udara buatan Prancis. Mistral diletakkan di atas kendaraan tempur Komodo 4×4 buatan PT Pindad. Sedangkan untuk MPCV juga buatan Prancis, menggunakan kendaraan taktis jenis Sherpa.

Guru militer Pusat Pendidikan Arhanud, Kapten Supriyo menjelaskan bahwa Atlas menggunakan Komodo. Sedangkan MPCV, memakai kendaraan Sherpa produk Renault. “Sama-sama memiliki dua peluncur misil. Hanya platformnya yang beda,” kata Supriyo di Batu, Minggu 18 November 2018.

MPCV atau kendaraan tempur multiguna itu memiliki bobot 15 ton dengan kendaraannya. Dalam operasinya MPCV dan Atlas dibarengi dengan kendaraan radar yang membawa sistem komunikasi untuk satuan penembak (satbak).

“MPCV bisa berdiri sendiri, saat beroperasi untuk bisa mendeteksi lawan atau kawan tanpa radar dengan sistem khusus. MPCV juga bisa diangkut dengan Hercules C-130. Saat mengunci sasaran, dua misil akan bekerja sesuai target. Satu misil bisa membidik tepat, ketika satu misil lain mengalami trouble,” kata Supriyo.

Yang tak kalah canggih adalah rudal MMS Starstreak (MMS) dan rudal LML Starstreak buatan Inggris. Alutsista kendaraan taktis itu sudah dimiliki Arhanud TNI AD. MMS dan LML (Lightweight multiple launcher) memiliki jarak jangkau sampai 7.200 meter atau 7,2 kilometer.

“Dengan satu radar, bisa mengoperasikan empat unit MMS dan delapan unit rudal LML Starstreak. Dengan jarak jangkau 7,2 kilometer, dioperasikan oleh lima prajurit,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *