Abdul Kadir Minta Bupati yang Diciduk KPK Tak Dikaitkan dengan Jokowi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding
VIVA – Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, yang ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan salah satu kepala daerah yang mendeklarasikan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf meminta publik tak mengaitkan sikap dukungan sang bupati dengan masalah hukum di KPK. Sebab itu urusan pribadi dan jelas tak berhubungan sikap politik apa pun.

“Urusan OTT (operasi tangkap tangan) itu urusan perbuatan pribadi yang, saya kira, tidak bisa dihubungkan atau dikaitkan dengan tim kampanye daerah, atau tim kampanye nasional, karena itu perbuatan hukum yang dilakukan oleh Pak Bupati,” kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Minggu, 18 November 2018.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu, dukungan Bupati Remigo ekpada Jokowi-Ma'ruf merupakan bagian dari apresiasi akan keberhasilan dan prestasi yang dicapai oleh pemerintah.

“Pak Jokowi selama ini justru sangat tegas dalam urusan hukum, bahwa siapa pun yang kena masalah hukum, atau tertangkap, maka tentu tidak akan mendapatkan pembelaan dari Pak Jokowi,” ujarnya.

Sikap itu merupakan prinsip dasar sehingga Jokowi dan TKN Jokowi-Ma'ruf tidak akan mencampurkan urusan politik dengan urusan hukum. 

“Hukum adalah satu bagian tersendiri yang independen, yang tidak boleh diganggu gugat sebagai wujud komitmen kita bersama. Di depan hukum dan prinsip hukum adalah suatu yang independen dan KPK saya kira bekerja profesional,” katanya.

Tim penindakan KPK menangkap Remigo Yolando Berutu dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu malam, 17 November 2018. KPK juga menangkap lima orang lainnya yang terdiri dari kepala dinas, PNS, dan pihak swasta. Dua ditangkap di Jakarta, dan empat yang lain di Medan.

Keenam orang, termasuk Remigo Yolando, diciduk KPK lantaran diduga terlibat transaksi suap. Remigo diduga menerima suap atas proyek di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pakpak Bharat. Tim KPK menyita uang yang diduga bagian dari suap kepada Remigo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *