Bali United Dicukur Persebaya, Widodo Minta Kejujuran Pemain

Para pemain Bali United di ajang Liga 1
VIVA – Bali United harus mengakui ketangguhan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1. Bermain di hadapan publik sendiri, Bali United kalah telak 5-2, Minggu 18 November 2018. 

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro menyesali kekalahan timnya. Sebab ini menjadi kekalahan terbesar Bali United di kandang sendiri.

“Ini adalah kekalahan terbesar di kandang. Kami kecewa. Bali United pasti kecewa,” ujar Widodo usai pertandingan.

Ia mengakui Bajul Ijo bermain lebih baik dari timnya. Atas kekalahan itu, Widodo meminta kejujuran anak asuhnya. Bahwa semua demi tim, bukan yang lain. 

“Semua pemain saya ingin jujur. Dari kejujuran itu, kita bisa melihat kesiapan tim agar bisa lebih maksimal,” tegasnya. 

“Karena tidak ada yang lebih besar dari tim ini. Kalau saya tanya siap bermain, semua pasti jawab siap,” tambahnya.

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro

Pernyataan Widodo itu sepertinya ditujukan kepada Irfan Bachdim yang sempat menunjukkan sikap kesalnya ketika ditarik keluar oleh Widodo. 

“Tidak ada yang lebih besar dari klub itu sendiri. Pemain, pelatih sama saja. Saya tekankan, siapa yang siap bermain itu yang diutamakan,” jelas Widodo. 

“Itu yang saya katakan kejujuran pemain,” paparnya.

Usai kekalahan memalukan ini, Widodo akan segera melakukan pembenahan. Sebab, masih ada tiga pertandingan tersisa di Liga 1 musim ini. 

“Ke depan, masih ada beberapa laga. Kami terus membenahi. Sepakbola tidak berhenti di sini saja. Kami persiapan juga untuk Piala Indonesia,” jelasnya. 

“Kami akui Persebaya lebih bagus dari kami. Saya juga mengingatkan pemain, fight itu tidak hanya diucapkan, tapi juga dikerjakan,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Fadil Sausu. Menurutnya, Persebaya Surabaya terlihat lebih siap ketimbang timnya. “Persebaya lebih siap, lebih fight dari kami. Itu yang harus kami perbaiki ke depan,” ucapnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *