Wisata ke Banyuwangi, Rugi Tak Mampir Snorkeling di Pulau Menjangan

Banyuwangi
VIVA – Ini bisa dibilang, bonus bagi pelancong yang tengah berwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah puas menikmati indahnya alam di Bumi Blambangan, pelancong bisa menikmati indahnya karang laut di Pulau Menjangan, yang berada di selat antara Bali dan Jawa. 

Pulau Menjangan adalah pulau mungil yang masuk wilayah administrasi Provinsi Bali. Karena berada di tengah-tengah selat, pulau ini bisa diakses baik dari Bali maupun dari Banyuwangi. Dari wisata pantai Grand Watu Dodol, sekira satu jam perjalanan dengan kapal boat sudah sampai di pulau yang dihuni banyak rusa itu. 

Pada Minggu, 18 November 2018, VIVA bersama beberapa kawan berkesempatan berkunjung ke pulau yang berada di ujung barat Bali itu. Dua kapal mengantar kami menyeberang setelah sebelumnya bersantai ria di pantai Grand Watu Dodol. “Paling lama satu jam sampai,” kata pemandu kami, Ali. 

Cuaca cerah mendukung perjalanan kami. Ombak tak begitu besar, paling-paling sekira 30 sentimeter, sehingga guncangan tak begitu terasa di dalam perahu. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi gundukan cadas bebatuan yang di sebuah pulau lebih besar dari pulau yang kami kunjungi. “Ini Pulau Menjangannya,” ujar Ali. 

Banyuwangi

Sekira satu jam, sampailah perahu kami di pulau tujuan. Di sana, kurang dari 10 perahu sudah bersandar di dermaga kecil. Sebuah gapura kecil bertulisan Pulau Menjangan berdiri di pintu masuk. Satu balai dan beberapa gazebo kecil kami dapati. 

Di sana, puluhan bule dan wisatawan lokal bercengkarama. Ada pula yang berjemur, tidak ada warung makan. Pulau yang masuk kawasan taman nasional itu hanya tempat persinggahan dan persiapan untuk bersnorkeling atau diving. “Kita mampir dulu karena masih ramai,” kata Ali.

Persiapan sejenak di gazebo, kami pun balik lagi ke perahu. Perahu merayap agak ke tengah, ke titik hamparan batu karang yang, kata pemandu kami, bagus untuk dilihat-lihat. Dan, benar kata banyak orang, karang hidup, ikan macam jenis dan warna-warni indah betul dipandang mata. 

Terumbu karang di Pulau Menjangan masih terbilang alami. Biota lautnya juga masih terjaga. Tak menemukan satu pun sampah kala bersnorkeling di sana. Sejak awal berangkat, pemandu mewanti-wanti agar tidak membuang sampah apapun ke laut. “Anda taruh saja sampah di kapal, kami yang akan memungut,” ujar Ali. 

Bagi yang bernyali dan mahir berenang, pengunjung bisa melepas jaket pelampung dan menyelam, melihat lekuk-lekuk karang dan palung kecil dari jarak dekat. “Cuma tadi, agak ngeri pas lihat ada kayak jurang di antara karang, dalam sekali,” kata pengunjung bernama Dian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *