Smartphone Ini Ubah Era Primitif Gaming Jadi Lebih Berkelas

Dokpri
VIVA – Pernah terpikir, suatu saat game di smartphone mendapat perhatian khusus. Selama ini, orang yang menghabiskan banyak waktu di depan layar smartphone bahkan notebook untuk memainkan game, dianggap ‘mereka’ yang membuang-buang waktu saja.

Perlakuan yang mendetail lain adalah dikucilkan oleh lingkungan sekitar karena disebut tidak bekerja, tidak memiliki penghasilan maupun masalah lain yang menjurus kepada hukum sosial. Padahal, waktu yang dihabiskan seorang gamer di depan layar sentuh itu sama seperti pekerja kantoran.

Bedanya, jika kamu bekerja di kantor pergi pagi sekali mengejar fingerprint, lalu pulang menjelang magrib, maka seorang gamer bisa tidur 2 jam sehari untuk mengejar ketertinggalan. Jika pekerjaan konvensional, ada pangkat, jabatan, golongan, dipromosikan, kenaikan gaji secara intensif dan perkara administrasi lain, pekerjaan sebagai gamer sebenarnya hanya ‘khayalan’ yang ‘untung-untung’ berhadiah.

Baca Selengkapnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *