China Mau Bangun Pangkalan Militer di Kamboja, Hun Sen Membantah

Royal Palace di Phnom Penh
VIVA – Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menegaskan tidak akan pernah ada pangkalan militer asing di negaranya. Pernyataan ini menyusul laporan berita bahwa China sedang melobi untuk membangun pangkalan Angkatan Laut (AL) di Provinsi Koh Kong.

Menurut sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya, dilaporkan bahwa Beijing telah melobi Kamboja sejak tahun 2017 untuk membuat pangkalan AL yang dapat menjadi basis frigate, kapal perusak dan kapal-kapal lain dari Angkatan Laut China.

“Apakah Kamboja perlu melanggar Konstitusi untuk mengizinkan pangkalan militer asing di wilayah Kamboja?” kata Menteri Informasi Khieu Kanharith, mengutip pernyataan Hun Sen.

“Dengan siapa Kamboja membutuhkan pasukan asing untuk diperangi. Kami tidak perlu orang asing untuk bertempur di wilayah Kamboja seperti di masa lalu, Kamboja juga tidak memungkinkannya menjadi tempat untuk ideologi atau eksperimen senjata,” kata dia, seperti dilansir The Star.

Pangkalan Angkatan Laut yang dimaksud itu kemungkinan dianggap menjadi bagian dari proyek Grup Pengembangan Serikat Tianjin (UDG) China yang mulai bekerja pada tahun 2008 di 45.000 hektar lahan. Namun hanya ada sedikit informasi tentang proyek senilai U$3,8 miliar Itu maupun progres proyek itu. Kamboja memang selama ini diposisikan sebagai negara yang cukup dengan China.

Konsultan Sawac yang berbasis di Kamboja yang ditugaskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja mengatakan pelabuhan itu mampu menangani hingga empat kapal kontainer 20.000 Ton. Pelabuhan tersebut dijaga oleh militer Kamboja dan tampak belum selesai pengembangannya hingga Juni 2018 lalu. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *