Studi: Saat Bohong Hidungmu Menyusut, Bukan Memanjang

Ilustrasi menutup hidung/hidung tersumbat.
VIVA – Ingat dongeng lawas Pinokio? Dongeng ini berupa boneka laki-laki hidup jika berbohong hidungnya akan memanjang. Namun ternyata, dongeng berbeda dengan kehidupan nyata. Sebab dalam studi peneliti menemukan, saat manusia berbohong, hidungnya malah mengalami penyusutan suhu bukan memanjang hidung seperti Pinokio.

Dilansir dari laman Mirror, Senin 19 November 2018, ilmuwan Universitas Granada, Spanyol menemukan, saat seseorang berbohong keadaan hidung akan mengecil karena penurunan suhu.

Berdasarkan temuan ini mereka telah mengembangkan tes pendeteksi kebohongan. Alat tersebut akan memantau suhu wajah, mencegah seseorang untuk memberi pernyataan palsu.

Ilmuwan mengklaim, alat ini merupakan satu-satunya di dunia yang dapat diandalkan, dengan tingkat akurasi 10 persen lebih tinggi dibanding alat yang sudah umum digunakan.

Dalam studi tersebut, tim ilmuwan menggunakan pencitraan termal pada 60 responden, tugas utama mereka adalah berbohong. Mereka diminta berbohong saat menggunakan telepon, momen ini dipilih sebab mereka punya kesempatan untuk melakukan kebohongan yang dibuat-buat.

Hasil dari citra termal itu menunjukkan, saat seorang responden berbohong, ujung hidung mereka akan menyusut hingga 1,2 derajat celsius, lalu suhu di dahi akan naik hingga 1,5 derajat celsius. Semakin menurunnya suhu, maka semakin benar seseorang berbohong.

“Ketika ada seseorang yang berbohong maka ia harus berpikir, menyebabkan naiknya suhu di dahi. Lalu kita akan merasa cemas, menyebabkan suhu di hidung menyusut,” ujar ketua tim penelitian, Emilio Gomez Milan.

Perubahan ini tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Menurut peneliti, walaupun keadaan hidung menyusut, namun penyusutan akan terjadi secara sangat halus, sehingga tidak kentara. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *