Soal Sky Bridge, Pemprov DKI dan PT KAI Sepakati Titik Temu

Pengerjaan sky bridge Tanah Abang, Senin, 15 Oktober 2018.
VIVA –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PD Pembangunan Sarana Jaya bersama PT Kereta Api Indonesia akhirnya menemukan kata sepakat dalam pembangunan proyek Skybridge Tanah Abang. Beberapa permintaan PT KAI akan dipenuhi.

Ketiga pihak tersebut telah memiliki kesepakatan untuk membangun beberapa sarana tambahan untuk PT KAI. Beberapa permintaan sarana dari PT KAI adalah dengan menambah fasilitas toilet umum, yang nantinya akan bekerjasama dengan PD Pal Jaya.

“Saya setuju dan mendukung sekali dengan adanya penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan musala. Untuk penyediaan toilet dan pengelolaan air limbahnya bekerja sama dengan PD PAL Jaya. Nantinya, akan ada empat unit toilet di JPM. Saat ini sudah tahap pemasangan toilet di JPM,” ucap Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan dalam keterangan pers, Senin, 19 November 2018. 

Selain itu, Yoory mengatakan, untuk sisi keamanan pihaknya akan memasang camera CCTV dan akan ada petugas keamanan di sekitar Skybridge tersebut. Pada pelaksanaannya, Yoory mengatakan pihaknya akan memungut iuran keamanan, kebersihan dan penerangan sebesar Rp500 ribu perbulan, dari setiap pedagang yang berjualanan di Skybridge.

“Untuk iuran keamanan, kebersihan, dan penerangan, setiap lapak dikenakan retribusi sebesar Rp500 ribu per bulan yang akan disetorkan ke PD Pembangunan Sarana Jaya sebagai pengelola JPM Tanah Abang. Rencananya, ini akan diterapkan pada awal tahun 2019,” ujarnya menambahkan.

Yoor juga mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dan diskusi bersama PT KAI, pihaknya akan melakukan simulasi pengoperasian JPM Tanah Abang yang dilaksanakan sampai dengan tanggal 30 November 2018. 

Kemudian, akan ada evaluasi lanjutan yang merujuk pada pertimbangan kelancaran, keamanan, dan keselamatan pengguna JPM Tanah Abang hingga awal Desember 2018. Lalu, pada akhirnya akan dibuka secara umum. 

“Jadi, simulasi dan evaluasi dilakukan oleh PT KAI untuk memastikan keamanan, keselamatan pada mobilitas masyarakat yang tinggi, agar berjalan dengan baik.” (mus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *