Pelaku Pengeroyokan di Diskotik Bandara Kerap Lakukan Premanisme

Polres Metro Jakarta Barat menangkap kelompok premanisme
VIVA – Para pelaku pengeroyokan disertai penusukan hingga tewas  dua dari enam korban di depan Diskotik Bandara di Jalan Daat Mogot, diketahui sebagai orang-orang sadis. Salah satu pelaku yakni Frengky alias Engky pernah dipenjara pada 2012 karena melakukan kekerasan kepada seorang perempuan.

“Perlu kami sampaikan bahwa Engky merupakan residivis. 2012 dia penganiayaan terhadap seorang ibu-ibu penjual kopi, yang mohon maaf, kemaluannya ditetesin plastik yang dibakar,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu di Jakarta, Selasa 20 November 2018.

Kemudian, pelaku lain yakni Bobi juga pernah dipenjara, karena kasus kekerasan. Sayangnya meski sudah dihukum, keduanya kembali melakukan aksi premanisme.

“Kedua pelaku setelah keluar dari penjara masih melakukan aksi-aksi serupa, tindakan-tindakan premanisme,” ujar Edi.

Edi menyebut kedua pelaku itu dan yang lainnya kerap berkelompok dalam melakukan aksi-aksi premanisme. Mereka bahkan diketahui biasa membawa-bawa senjata tajam.

“Jadi kami duga kelompok ini ke mana-mana bawa senjata tajam. Bahwa tindakan mereka adalah premanisme, berkelompok, kemudian pergi ke mana-mana membawa senjata tajam,” kata Edi.

Polisi hingga kini masih terus mengejar para pelaku yang terlibat pengeroyokan disertai penusukkan di Diskotik Bandara itu. Sejauh ini polisi sendiri sudah mengamankan tiga pelaku.

Ketiga pelaku itu yakni Frengky Danger Manu alias Frenky, Julius Umbu Ngailu alias Bobi dan Berto yang ditangkap di Jakarta. Para pelaku diketahui berkelompok sekitar 15 orang.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *