Kapolri Paparkan Tantangan Polisi Era Modern di Sidang Interpol

Kapolri Tito Karnavian.
VIVA – Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian diberikan kesempatan untuk memaparkan tentang gagasan dan analisis strategis terkait tantangan tugas kepolisian di era modern dalam Sidang Umum Interpol ke-87 di Dubai, Uni Emirat Arab Tahun 2018.

Menurut dia, tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.

“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan,” kata Tito melalui keterangan tertulisnya yang diterima VIVA, Selasa, 20 November 2018.

Kemudian, Tito mengatakan faktor lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia.

Selain itu, Kapolri menceritakan pengalaman dan strategi yang diterapkan dalam menghadapi tantangan kepolisian di era modern. Salah satunya mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam aktivitas kepolisian yang dilaksanakan oleh Polri.

“Seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi berbasis IT dalam penegakan hukum, dan teknologi berbasis IT dalam penyelenggaraan pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan demikian, Kapolri menilai pentingnya peran Interpol sebagai lembaga koordinatif bagi institusi kepolisian negara-negara di dunia. Menurut dia, Polri bisa berhasil menegakkan hukum terhadap kejahatan transnasional berkat dukungan Interpol juga.

“Interpol telah mempermudah dan mendukung keberhasilan Polri dalam melaksanakan penegakan hukum berbagai kejahatan lintas negara/transnasional,” jelasnya.

Di samping itu, Tito mengaku senang banyak institusi Kepolisian di berbagai negara yang mengadopsi pemikiran, dan gagasannya terutama tentang penanggulangan dan pencegahan terhadap kejahatan terorisme.

Salah satu yang paling fenomenal dan mendapatkan pengakuan global adalah keberhasilan penerapan strategi pendekatan lunak, dan pendekatan keras secara simultan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

“Kini, institusi Polri telah diakui sebagai salah satu praktik manajemen pemolisian terbaik di dunia,” katanya.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *