Wabah Cacar Air Landa Sekolah di AS, 70% Siswanya Tak Divaksin

Cacar Air
Wabah cacar air terbesar di negara bagian North Carolina, Amerika Serikat, melanda sebuah sekolah yang sebagian besar siswanya tidak menerima vaksinasi.

Sebanyak 36 siswa Sekolah Asheville Waldorf terjangkit cacar air pada Jumat (16/11), berdasarkan laporan harian Asheville Citizen-Times.

“Ini adalah wabah cacar air terbesar yang diketahui para pejabat kesehatan negara bagian sejak vaksin tersedia,” sebut juru bicara Departemen Kesehatan North Carolina kepada BBC melalui surat elektronik.

Hukum di negara bagian North Carolina mewajibkan semua anak mendapat imunisasi tertentu, termasuk cacar air, campak, dan gondong. Namun, negara bagian itu memberi pengecualian kepada orang tua untuk tidak memvaksinasi anak mereka dengan alasan medis dan keagamaan.

Sekolah Asheville Waldorf diketahui sebagai sekolah dengan tingkat pengecualian tertinggi di North Carolina.

Menurut data negara bagian, 67,9% murid taman kanak-kanak sekolah tersebut tidak menerima imunisasi pada tahun ajaran 2017-2018 karena orang tua mereka mengajukan pengecualian vaksinasi.

Bahkan, dari 152 siswa sekolah tersebut, 110 di antara mereka tidak mendapat vaksin untuk mengantisipasi virus varicella yang menimbulkan cacar air. Persentasenya mencapai 72,3%.

“Kami mendapati bahwa para orang tua (di sekolah kami) sangat termotivasi menentukan yang mereka inginkan untuk anak mereka. Kami, sebagai sekolah, tidak mendiskriminasi berdasarkan sejarah medis atau kondisi medis anak,” tutur juru bicara Sekolah Asheville Waldorf.

Tingginya persentase anak yang tidak divaksinasi di sekolah itu berbanding lurus dengan catatan vaksinasi Distrik Buncombe yang menaungi Kota Asheville.

Jumlah penduduk Distrik Bumcombe yang mengajukan pengecualian vaksinasi karena alasan keagamaan adalah yang tertinggi di North Carolina.

Menanggapi peristiwa ini, pejabat setempat kini memantau situasi dengan saksama.

“Kami ingin sejelas mungkin: vaksinasi adalah perlindungan terbaik dari cacar air,” kata Direktur Kesehatan Distrik, Dr Jennifer Mullendore.

“Ketika kami melihat tingginya jumlah anak dan orang dewasa yang tidak diimunisasi, kami tahu bahwa penyakit seperti cacar air dapat menyebar dengan mudah di komunitas, melalui taman bermain, toko kelontong, dan tim olahraga,” sambungnya.

 

Seberapa serius cacar air?

 

Cacar air adalah infeksi akut yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Tanda-tandanya adalah gatal-gatal pada kulit yang pertama kali muncul sebagai titik datar kemudian menggelembung.

Dalam kasus yang lebih serius, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi, seperti radang otak, pneumonia, hingga kematian.

Penyakit ini dapat menular melalui batuk dan bersin dan juga dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan nanah dari gelembung dan selaput lendir orang yang terkena cacar air.

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) merekomendasikan vaksinasi cacar air pada usia satu tahun sampai 12 tahun.

Di AS, vaksin cacar air dirilis lisensinya pada 1995. Menurut CDC, vaksin itu telah mencegah 3,5 juta kasus varicella, 9.000 opname di rumah sakit, dan 100 kematian setiap tahun di AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *