Cegah Korupsi, Ganjar Pranowo Tiru Gaya Anak Muda

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan model pencegahan korupsi dengan cara-cara kreatif mengikuti gaya anak muda. Salah satunya yaitu dengan membuat kaus bertemakan tobat terhadap perilaku korupsi.

“Bikin kaus tulisannya 'saya sudah taubat'. Gaya anak muda dalam pencegahan korupsi yang dilakukan anak muda, pasti langsung mak jleb,” kata Ganjar di sela menghadiri kegiatan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 21 November 2018.

Menurut Ganjar, kampanye antikorupsi mengikuti mindset anak muda akan sangat efektif diterima masyarakat, dibanding dilakukan dengan cara kuno seperti ceramah melalui berbagai forum resmi. “Kita perlu melakukan penyebaran virus pencegahan korupsi ini dengan tertawa,” katanya. 

Cara lain penyebaran virus pencegahan korupsi milenial, menurut Ganjar, bisa juga dilakukan dengan mendeklarasikan gerakan antiangpau. Untuk gerakan itu, ia meminta seluruh pihak memahami dan bisa mengidentifikasi potensi-potensi korupsi. Jika diminta untuk memitigasi, Ganjar yakin aparatur sipil negara sudah hafal di luar kepala terlebih soal gratifikasi. 

“Pertanyaannya, maukah kita kerja lillahita'ala. Atau kita juga perlu melahirkan gerakan antiangpau dan kita ajarkan ke anak-anak kita,” katanya. 

Di hadapan pimpinan Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi KPK RI Busyro Muqoddas dan Ketua Tim KPK Muhammad Indra Furqon serta puluhan penyuluh antikorupsi, Ganjar mengajak semua orang untuk melakukan pengakuan dosa secara bersamaan. 

“Pernahkah sampeyan dimintai uang oleh gubernur untuk sebuah jabatan? Kalau ada saya mundur hari ini dari gubernur,” kata Ganjar yang serempak dijawab tidak oleh peserta. 

Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi diselenggarakan selama tiga hari pada 21-23 November 2018. Kegiatan itu merupakan pertama kali diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Untuk mengikuti penyuluhan ini, peserta harus melewati lima tahapan dari pendaftaran online, tes online, pengumuman, pendaftaran sertifikasi, bimtek dan penyiapan berkas. 

“Pencegahan korupsi bukan hanya dilakukan KPK. Dalam rangka sertifikasi ini, penyebaran virus pencegahan korupsi harus dilakukan siapapun,” kata Penyuluh Antikorupsi Utama KPK RI, Indra Furqon. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *