Simpan Keju dalam Lemari Es dan Pakai Plastik Ternyata Salah

Keju lokal Selandia Baru.
VIVA – Keju menjadi salah satu topping makanan favorit masyarakat dunia. Apapun menunya, taburan topping-nya selalu keju. Rasanya yang gurih, sangat cocok dipadukan dengan aneka menu, mulai dari roti, kudapan manis, pizza hingga spaghetti.

Tak heran jika keju selalu tersedia sebagai stok di rumah. Namun, seringkali saat menggunakan keju, topping gurih itu seringkali tersisa. Dan umumnya, keju yang tersisa disimpan dalam kulkas atau hanya dibungkus dengan plastik. Tapi ternyata cara menyimpan keju sisa tersebut kurang tepat.

Hal ini pun dapat menyebabkan keju berubah rasa, mengubah tekstur menjadi lebih keras bahkan hingga menyebabkan jamur. Nah, jika Anda ingin menyimpan keju agar tetap awet dan tahan lebih lama ada baiknya mencoba tiga tips berikut seperti dilansir dari laman FoodBeast.

1. Simpan keju di tempat terbaik dalam kulkas

Tempat terbaik di dalam kulkas menyimpan keju ialah di bagian laci tempat Anda menyimpan produk yang lebih hangat daripada yang lain. Ini penting, lantaran keju membutuhkan tempat yang sedikit lembap agar kualitas keju tetap baik. Jika Anda menyimpannya di bagian yang terlalu dingin akan membuat keju mengering dengan sangat cepat.

2. Hindari menggunakan plastik

Menggunakan plastik untuk menyimpan keju dapat mengubah rasa keju, terutama jika Anda membiarkannya dibungkus untuk waktu yang lama. Dan membungkusnya dalam plastik secara perlahan-lahan membunuh bakteri baik yang terdapat pada keju.

Ilustrasi keju.

Itu sebabnya Anda harus menjauh dari bungkus plastik. Yang Anda butuhkan adalah beberapa jenis bahan berpori seperti kertas daging, kertas keju, atau kertas lilin.

3. Kenali keju

Penting untuk memahami jenis keju yang Anda gunakan sehingga bisa tahu, tempat penyimpanan yang tepat. Beberapa jenis keju lembut, semi-lunak, seperti keju kambing, Camembert, Brie, dan Limburger harus disimpan dalam wadah plastik yang dapat ditutup kembali tapi tetap lubangi beberapa wadah plastik untuk sirkulasi udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *