Opsi Main Rangkap, Terobosan atau Petaka Skuat Ganda Indonesia?

Ganda putri Indonesia, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris
VIVA – Ketergantungan skuat bulutangkis Indonesia pada prestasi sektor ganda masih jadi masalah besar armada Pelatnas PBSI. Ya, data menunjukkan bahwa raihan prestasi penggawa sektor ganda nasional masih lebih mentereng ketimbang sektor tunggal.

Kondisi ini pula yang rupanya harus jadi perhatian PBSI, demi mendorong peningkatan torehan pencapaian sektor tunggal dan terus memperkokoh barisan pilar ganda Merah Putih.

Lantas bagaimana dengan opsi menurunkan pemain dengan fungsi rangkap di dua sektor berbeda?

Dimana opsi tersebut sempat mengemuka beberapa waktu lalu untuk mempertajam pencapaian prestasi sektor ganda.

Sejumlah pertimbangan memang harus jadi pilihan berat PBSI jika harus mencoba peran main rangkap di sektor ganda. Hal ini coba dianalisa legenda yang cukup sukses bermain rangkap, Christian Hadinata.

“Kalau sudah level senior apalagi papan atas dunia sekarang ini mungkin agak sulit dilakukan ya, mengingat persaingan berat dan butuh fokus serta fisik mental yang prima dari kedua pemain,” ungkap Christian Hadinata kepada VIVA, Rabu 21 November 2018.

“Sebenarnya rangkap ini sudah sering dicoba PBSI di level junior seperti saat World Junior Championship kemarin itu juga banyak yang rangkap dan hasilnya bagus dengan juara di ganda campuran. Tapi sekali lagi, itu junior dan belum tentu bisa diterapkan saat senior, karena medan laganya akan beda,” jelas pria yang akrab disapa Koh Chris itu.

Koh Chris yang sempat meraih gelar juara dunia ganda putra dan ganda campuran bersamaan tahun 1980 itu pun menekankan tidak mudah untuk membentuk pemain yang mampu melakoni peran rangkap di sektor ganda.

“Jangan sampai karena maksa buat rangkap malah bobol dua-duanya, kayak Zhang Nan dan Lee Yong-dae juga nggak bisa konsisten prestasinya main rangkap begitu,” ujar Christian.

Sebelumnya, opsi menurunkan pemain dengan peran rangkap sempat mengemuka di skuat Pelatnas Cipayung dimana sektor ganda campuran berencana menggandeng beberapa pilar ganda putri untuk juga dipantau sebagai pengganti Liliyana Natsir yang akan gantung raket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *