3 Kasus Pembunuhan Sadis yang Guncang Jakarta

Rekonstruksi kasus pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Rabu, 21 November 2018.
VIVA – Tiga kasus pembunuhan terjadi di Jakarta dan sekitarnya, dalam rentang waktu berdekatan selama delapan hari terakhir ini. Ada pelaku yang menghabisi empat nyawa dalam satu keluarga sekaligus, memasukkan korban dalam drum hingga lemari.

Saat ini, polisi telah menangkap sejumlah orang yang diduga terkait kasus-kasus pembunuhan tersebut. Penyidik pun masih terus   memeriksa mereka.  

Kasus-kasus pembunuhan di Ibu Kota dan sekitarnya tersebut menarik perhatian pembaca VIVA, dalam beberapa hari terakhir ini. Berikut ini tiga perkara pembunuhan itu: 

Sekeluarga Tewas

Kasus pertama terjadi pada 13 November 2018. Saat itu, empat  orang dalam satu keluarga ditemukan tak bernyawa di rumah mereka di Jalan Bojong Nangka II, RT  02 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota  Bekasi, Jawa Barat.

Empat korban terdiri dari suami istri, Diperum Nainggolan (38) dan Maya Ambarita (37), serta dua anak mereka Sarah Nainggolan (9) danArya Nainggolan (7).

Konferensi Pers kasus pembunuhan sekeluarga di Bekasi

Polisi yang mengusut kasus pembunuhan sekeluarga itu menangkap Haris Simamora, terduga pelaku pembunuhan tersebut, di daerah Garut, Jawa Barat, Kamis, 15 November 2018.

Ternyata, tersangka adik salah satu korban, Maya Ambarita. Kepada polisi, tersangka mengaku menghabisi nyawa keluarga tersebut lantaran sakit hati kerap dihina oleh Diperum dan Maya. (Baca juga: Alasan Pelaku Membunuh Satu Keluarga Diperum di Bekasi)

Rekonstruksi perkara itu digelar di lokasi kejadian, Rabu, 21 November 2018. Dalam reka ulang kejadian tersebut, tersangka menjalani 37 adegan. “Rekonstruksi berjalan 37 adegan khusus di lokasi pembunuhan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota KomisarisBesar Polisi Indarto.

Kedatangan pelaku langsung diteriaki warga setempat. “Hukum mati saja dia,” ujar salah satu warga berteriak di lokasi rekonstruksi.

Jasad Dalam Drum

Sesosok mayat ditemukan dalam sebuah drum berwarna biru di Kawasan Industri Kembangkuning, Kampung Narogong RT10/03 Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 18 November 2018 pagi. Korban ditemukan oleh seorang nenek pemulung yang hendak mengais sampah di sekitar lokasi.

Penemuan mayat di tong biru.

Polisi lantas menyelidiki kasus ini. Identitas korban terungkap. Dia adalah Abdullah Fitri Setiawan atau Dufi. Korban yang merupakan warga Tangerang itu pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa media massa. 

Polisi terus menyelidiki perkara ini. Kemudian, aparat membekuk M. Nurhadi yang diduga sebagai pembunuh Dufi. Tersangka ditangkap  saat sedang menyeduh kopi di belakang cucian motor Omen di Kelurahan Bantargebang, Kota Bekasi, Selasa, 20 November 2018, sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku tak berkutik saat langsung diamankan ke dalam mobil polisi.

Dalam kasus tersebut, pelaku diduga tak beraksi sendiri. Istri Nurhadi diduga juga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Keduanya telah diserahkan dari Polda Metro Jaya ke Polres Bogor Kabupaten, Rabu, 21 November 2018 siang. Sebab, Polda Metro Jaya hanya membantu penangkapan. Sementara  kasus itu ditangani oleh Polres Bogor Kabupaten. (Baca juga: Ternyata Dufi Dibunuh Pasangan Suami Istri).

“Iya, karenanya sesuai tempat kejadian dan ditemukannya jasad korban maka tersangka MN kita serahkan ke Polres Kabupaten Bogor. Di sana, dilakukan penyelidikannya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 21 November 2018.

Mayat Dalam Lemari

Mayat seorang wanita ditemukan dalam lemari di sebuat indekos di kawasan Mampang Prapatan VIII, Gang Senang, Jakarta Selatan, Selasa, 20 November 2018. Korban diidentifikasi bernama Ciktuti Iin Puspita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke.

Cik Tuti Iin Puspita (22), korban pembunuhan semasa hidup.

Polisi segera menyelidiki kasus ini. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui  korban diduga dibunuh oleh dua pelaku yang tak lain teman indekosnya. Usai kejadian itu, kedua pelaku Yustian (24) dan NS (17) langsung melarikan diri ke Sumatera Barat menggunakan bus.

Rencana pelaku diketahui aparat Polda Metro Jaya. Selanjutnya Polda Metro Jaya langsung berkoordinasi dengan Polres Merangin, Jambi untuk membekuk pelaku. Pelaku berhasil dibekuk saat melintasi Kabupaten Merangin menggunakan bus, Selasa, 20 November 2018.

Kepada polisi, Yustian mengaku membunuh karena kesal korban telah membohongi pacarnya, NS. (Baca: Alasan Sepasang Kekasih Bunuh Pemandu Karaoke di Mampang).

Korban mengalami luka pada bagian kepala akibat dihantam palu oleh pelaku. “(Luka) ada di kepala, ada pukulan benda tumpul,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indra Jafar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 21 November 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *