PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Saat Maulid Nabi di Afghanistan 

Helmy Faishal Zaini.
VIVA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama turut berduka cita atas terjadinya bom bunuh diri di Kabul Afghanistan pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menewaskan 50 orang lebih, dan 80 korban luka-luka, Selasa, 20 November 2018. 

Atas kejadian itu, PBNU mengecam segala bentuk dan tindakan kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku pengeboman dan bom bunuh diri. Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan motif bagaimana pun tidak dibenarkan, sebab ia merupakan kejahatan rasa kemanusiaan. 

“Segala bentuk tindakan kekerasan yang mengatasnamakan apapun, termasuk dakwah, bukan ciri Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk kekerasan,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU, A Helmy Faishal Zaini dalam keterangan yang diterima VIVA di Jakarta, Kamis, 22 November 2018. 

Helmy menjelaskan, tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. 

“Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas kejadian bom bunuh diri di Kabul, Pakistan,” ujarnya. 

Karena itu, Helmy mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah proaktif dalam membantu menangani radikalisme, dan terorisme sebagai bentuk tanggung jawab untuk ikut andil dalam menciptakan perdamaian dunia.

Kemudian, PBNU juga mendesak kepada PBB untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Kabul tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *