Mengungkap Khasiat Ajaib Daun Kelor, Air Putih Hangat dan Kunyit

Ilustrasi daun kelor.
VIVA – Di kala sakit seringkali obat menjadi yang paling diandalkan. Namun, artis juga Praktisi Kesehatan, dr. Lula Kamal menyarankan, agar menggunakan obat dengan rasional.

Meski obat diyakini mampu menyembuhkan sakit, namun saat memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter justru seringkali hanya memberikan resep vitamin. Namun, tak jarang pula, lantaran tak ingin pasien kecewa, mereka juga memberikan obat. Padahal sakit yang diderita mungkin hanya ringan saja.

“Sebagian besar dokter kasih resep karena kepepet karena kalau pasien pulang enggak dikasih obat, takut enggak sembuh. Padahal cukup minum air putih saja yang banyak,” ujar Lula saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, belum lama ini.

Lula memberi tips untuk pengencer dahak misalnya, bisa disembuhkan dengan minum air hangat yang ditambah dengan daun pandan sudah sangat cukup.

Kemudian, penyakit yang juga saat ini banyak diderita orang, GERD, atau asam lambung yang naik. Obat penyakit ini terbilang mahal, satu tabletnya bisa mencapai Rp40.000-Rp50.000. Tapi sebenarnya, GERD bisa diredakan dengan kunyit dan temu lawak.

“Minum setiap pagi dan malam, sudah selesai,” ucap Lula.

Selain itu, ada juga minyak cengkeh yang sudah lama dipercaya bisa meredakan sakit gigi. Menurut Lula, ini adalah salah satu kearifan lokal yang patut dilestarikan.

Jika selama ini dunia medis mempertanyakan dosis dalam penggunaan obat herbal, tapi menurut Lula hal itu sudah diatur dalam kearifan lokal tersebut.

Meski begitu, Lula juga mengingatkan agar tak hanya mengandalkan tumbuhan herbal untuk mengobati saja. Dari sekarang, juga harus memikirkan bagaimana memanfaatkan tumbuhan obat untuk pencegahan penyakit.

“Contohnya daun kelor, kita enggak pernah tengok. Tapi, begitu Amerika teriak moringa, dibuat jadi tablet, dijual dengan harga mahal. Selama ini daun kelor dianggapnya bisa menghilangkan susu, pohonnya banyak setan, padahal daun kelor kalori dan gizinya bagus,” ujar Lula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *