Ingin Balik ke Zaman Orde Baru, Titiek Soeharto Disebut Ngawur

Titiek Soeharto
VIVA – Mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menanggapi pernyataan sejumlah politikus yang ingin mengembalikan Indonesia ke zaman Orde Baru. Dia menilai politikus jenis itu merupakan politikus yang sedang sakit.

“Kalau ada yang mau balik ke zaman Soeharto, atau mau mempraktikkan otoritarianisme gaya baru, menurut saya memang pedagang politik di Indonesia sedang sakit,” kata Haris yang kini menjadi Direktur Eksekutif Lokataru kepada wartawan, Kamis, 22 November 2018.

Haris menuturkan zaman Soeharto tidak akan bisa terulang lagi. Menurutnya, pernyataan-pernyataan yang menginginkan zaman itu kembali hanyalah romantisme saja.

“Tapi, bahwa otoritarianisme bisa selalu terjadi,” katanya.

Dia mengatakan saat musim politik tiba seperti sekarang ini banyak politikus maupun petinggi partai berbicara ngawur.

“Hari begini banyak orang bicara ngawur, termasuk si Titiek Soeharto itu. Bicara tapi tidak pernah berimajinasi soal praktik dan dampaknya. Cuma modal duit dan channel aja komentar soal hukum,” katanya.

Sementara, semangat reformasi itu satu di antara catatan sejarah lainnya. Jika situasi saat ini masih kurang baik, tidak bisa sekedar mengacu ke era Orde Baru.

“Akal sehat harus tetap diberlakukan,” tuturnya.

Tap MPR No XI/1998

Haris menambahkan jika ada deal politik soal pencabutan Tap MPR XI/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di koalisi pilpres, maka tetap harus diwaspadai. Karena, era Orde Baru terbukti otoriter dan korup.

Secara prosedur, kata Haris, setidaknya membutuhkam dua hal yakni pertama rapat tahunan MPR dan kedua, ada proses rapat ad hoc dalam rapat tahunan itu yang mencabut.

“Tapi apa dasar situasinya untuk mencabut TAP MPR XI/1998? Sejauh ini tidak ada. Tidak bisa polarisasi politik dijadikan dasar, karena jadi debat lagi dalam MPR yang nantinya terdiri dari dua kubu,” kata dia lagi.

Sekadar diketahui, dalam Tap MPR tersebut, terdapat pasal yang menyebut mantan Presiden Soeharto secara eksplisit.

Isu tentang manisnya era Orde Baru kembali mengemuka di tengah kontestasi menuju pemilu serentak pada 2019 mendatang. Seperti biasa, pihak yang menggulirkan adalah dari keluarga Cendana yang sudah mendirikan Partai Berkarya.

Saat kampanye di Cilegon, beberapa waktu yang lalu, Politikus Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek Soeharto menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *