Indonesia Bisa ‘Menang Banyak’ dari Modifikasi Kendaraan

Menperin, Airlangga Hartarto saat melihat-lihat mobil modifikasi
VIVA – Dunia modifikasi kembali menjadi tren di Indonesia. Dalam satu tahun, ada banyak kontes yang digelar di berbagai kota, baik untuk segmen roda dua maupun empat.

Hal itu memunculkan banyak peluang usaha, seperti jasa modifikasi dan penyediaan komponen. National Modificator and Aftermarket Association melaporkan, mereka sudah memiliki lebih dari enam ribu anggota.

Mereka terdiri dari bengkel modifikasi, merek aftermarket, komunitas otomotif, dan pecinta modifikasi dari seluruh Indonesia.

Transaksi yang terjadi di pameran khusus modifikasi juga terbilang menggiurkan. Project Director pameran Indonesia Modification Expo, Andre Mulyadi mengungkapkan, total transaksi di ajang IMX 2018 yang digelar pada 17-18 November 2018 di Jakarta mencapai Rp3 miliar.

Pameran Mobil Aftermarket dan Modifikasi 2017

Hal itu ternyata mendapat sorotan dari pemerintah. Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya industri modifikasi kendaraan yang sarat kreativitas dan produktif, serta memacu berkembangnya usaha komponen dalam negeri.

“Para modifikator otomotif memerlukan ide, kreasi, kemampuan, pengetahuan, dan inovasi dalam melakukan nilai tambah bagi otomotif itu sendiri,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melalui rilis yang diterima VIVA, Kamis 22 November 2018.

Ia memandang, perkembangan industri modifikasi otomotif di Tanah Air sangat baik, dan sudah mulai ada kolaborasi antara agen pemegang merek dengan para modifikator.

“Yang paling penting, secara komersial bisa menguntungkan. Jadi, semua hasil kreativitas ini bisa memperoleh pelanggan, sampai ada yang pesan dari negara lain. Sehingga, bisa dipacu untuk ekspor,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *