Diam-diam LinkedIn Luncurkan Aturan Baru soal Email

Kantor Pusat LinkedIn.
VIVA – Jejaring sosial LinkedIn diam-diam membuat aturan baru untuk email pengguna. Mereka melarang user-nya untuk mengekspor alamat email ke platform tersebut.

Dilansir dari TechCrunch, Kamis, 22 November 2018, pengaturan ini untuk mencegah adanya spam yang terkoneksi dengan LinkedIn pengguna, sehingga bisa mengunduh email mereka dari spreadsheet atau aplikasi ponsel yang canggih.

Namun, keberadaan aturan ini terkesan diam-diam dan tanpa peringatan ataupun pengumuman formal dari pihak LinkedIn. Beberapa pengguna melaporkan bahwa email tidak lagi menjadi bagian dari tools Archive LinkedIn.

“Ini adalah aturan baru yang memberikan anggota kami untuk mengendalikan email mereka di LinkedIn,” demikian keterangan resmi LinkedIn.

Tak hanya itu. Pada fitur Settings akan ada pilihan siapa yang bisa mengunduh email pengguna. Di sana akan terlihat detail lebih lanjut dari pengaturan yang menjadi default ke preferensi mereka.

Dengan begitu, pengguna LinkedIn bisa mengendalikan siapa yang bisa mengunduh email mereka lewat data export.

Pilihan baru ini akan bisa ditemukan pada Setting & Privacy, lalu klik Privacy. Setelah itu tekan 'Who Can See My Email Address?' Nanti, akan ada pilihan untuk memperbolehkan atau tidak pengguna lain mengunduh email.

Facebook juga pernah mengambil keputusan yang sama pada 2010. Hal ini karena adanya pertarungan portabilitas data dengan perusahaan mesin pencarian Google.

Jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini mendorong pengguna mengimpor kontak Gmail mereka, namun menolak untuk membiarkan pengguna mengekspor alamat email teman Facebook mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *