Masih Cari CVR Lion Air, KNKT Sedot Lapisan Lumpur 

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono
VIVA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, menjelaskan upaya dan progres pencarian cockpit voice recorder atau CVR dari pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, di hadapan Komisi V DPR RI.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menjelaskan, saat ini luas area pencarian CVR yang dilakukan pihaknya sudah mencapai 300 meter, meskipun belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan benda tersebut.

“Selanjutnya tim KNKT melanjutkan pencarian CVR dengan beberapa metode, termasuk dengan menggunakan air resolution sonar sub bottom profiling untuk mendeteksi benda apa saja yang terendam dalam lumpur,” kata Soerjanto di Komisi V DPR RI, Senayan, Kamis, 22 November 2018.

Melalui cara itu, KNKT pun melakukan penyedotan lumpur, di titik-titik yang dicurigai terdapat CVR atau blackbox tersebut. Dengan menugaskan penyelam profesional yang dibekali empat kamera robotik, misi pencarian itu pun masih dilakukan KNKT hingga saat ini.

“Karena kita tidak berani (menggunakan) penyelam dengan sistem scuba karena memang hal ini untuk kedalaman di bawah 25 meter, jadi tidak disarankan. Maka kami akan gunakan penyelam-penyelam yang cerifited untuk melakukan penyelamatan di antara kedalaman 25-35 meter tersebut,” kata Soerjanto.

Lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 ini ternyata berdekatan dengan pipa-pipa milik Pertamina dan sejumlah jaringan kabel di bawah laut. Sehingga, diperlukan kapal-kapal yang memiliki kemampuan dinamik posisi, agar tidak perlu lepas jangkar.

Sebab, dikhawatirkan jika arus permukaan laut cukup kuat, maka jangkar itu akan berpotensi merusak jaringan pipa dan kabel-kabel tersebut. “Untuk itu pencairan tersebut butuh sesuatu yang tidak sederhana,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *