Ketimbang Politik, Fenomena Ini Lebih Pengaruhi Ekonomi RI

Pengenalan Pasar Modal Bagi Pekerja Seni
VIVA – Saat ini sektor infrastruktur masih menjadi fokus dan perhatian pemerintah. Pembiayaan untuk sektor tersebut pun terus digenjot, salah satunya melalui pasar modal. 

Namun, investor saat ini kerap memilih wait and see alias menahan rencana investasi sembari menunggu hasil pemilihan umum. Mengingat tahun ini dan 2019 Indonesia masuk masa pemilihan umum atau pesta demokrasi. 

Peneliti Senior Bidang Ekonomi PT Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero menilai, dengan berinvestasi secara aktif di pasar modal, investor telah ikut berperan dalam proses pembangunan nasional. Dia pun menilai tahun politik tidak lagi terpengaruh oleh kondisi ekonomi. 

Pasar modal menurutnya, lebih akan terpengaruh dengan gejolak ekonomi global. Ketimbang pemilihan umum yang akan berlangsung.

“Kita harus menjauhkan pandangan bahwa politik punya pengaruh langsung ke ekonomi. Tidak. Ekonomi Indonesia bereaksi terhadap kondisi global,” ungkap dia, dalam keterangannya, Kamis, 22 November 2018.

Sementara dari sisi perbankan, Poltak menilai Indonesia berada di posisi bagus saat ini. Hal tersebut bisa terlihat dari kenaikan kredit yang diikuti kualitas rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang masih dalam batas aman.

Bahkan, secara laporan keuangan, banyak emiten termasuk di sektor perbankan yang membukukan kenaikan laba diikuti kenaikan kredit, terutama dalam penyaluran modal kerja.

Hal ini juga yang menjadi dasar digelarnya Indonesia Investment Conference & Exhibition 2018 (IICE 2018) pada 21-22 November di Jakarta. 

Direktur PT Infovesta Utama sekaligus Ketua Panitia IICE 2018, Ignasius SK Purnomo mengatakan, konferensi ini merupakan wadah bertemunya para pelaku industri dan para investor institusi dalam saling berbagi dan bertukar pikiran untuk menambah pengetahuan dan wawasan baru dalam berinvestasi di pasar modal.

Dengan wadah ini diharapkan, keraguan para investor untuk melakukan investasi di pasar modal bisa tergerus. Sehingga pada akhirnya pembiayaan infrastruktur terus tersedia.  

“Konferensi ini untuk menciptakan wadah bagi para pelaku investasi untuk saling berbagi pengalaman serta memperkaya pengetahuan. Dengan begitu nantinya berperan strategis dalam memberikan dampak langsung yang positif untuk kelangsungan pertumbuhan pendanaan industri Indonesia,” tuturnya. (ase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *