Tol Jakarta-Surabaya Kalah Panjang dengan Lorong Tambang Freeport

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Budi Gunadi Sadikin
VIVA – PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum segera menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Hal itu akan betul terealisasi saat transaksi divestasi saham yang ditarget pada Desember 2018. 

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Freeport Indonesia memiliki cadangan yang sangat besar untuk digali hingga 2041 nanti. Ia bahkan mengaku kagum dengan kekayaan alam Indonesia yang sangat besar. 

“Saya saja enggak mengerti, ini kan ilmu (Geologi) yang sangat hebat, itu betapa kayanya Indonesia,” kata Budi di Energy Building, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Ia menjelaskan, peta tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Papua untuk kedalaman 1.500 meter. Di dalam tambang tersebut, ternyata Freeport telah membangun terowongan atau jalan untuk akses ke tambang dengan panjang mencapai 1.000 km. Panjangnya terowongan ini, menurutnya mengalahkan panjang jalan tol Jakarta-Surabaya. 

“Di bawah ada 1.000 km jalan dia bangun, begitu jalan tol Jakarta Surabaya selesai saja 800 km, ini 1000 km lorong lorong di bawahnya dibangun sama dia (Freeport),” katanya. 

Ia mengungkapkan, kondisi keuangan PT Freeport Indonesia pun nominalnya sangat besar. EBITDA Freeport tahun lalu mencapai US$4 miliar dengan pendapatan sebesar US$7 miliar. Sehingga, laba bersih setelah pajak mencapai US$2 miliar atau sekitar Rp30 triliun per tahun. 

Profit after tax itu US$2 miliar atau Rp30 triliun itu besar banget. Nah sekarang dibuka, ini milik Indonesia, ini kan sudah 50 tahun bukan milik Indonesia,” ujarnya. (ase)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *