Polri Sarankan Beberapa TPS Dijadikan Satu Tempat

Ilustrasi penghitungan suara di TPS.
VIVA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Moechgiyarto meminta jajaran Polda Riau untuk memunculkan ide-ide kreatif dalam rangka melaksanakan pengamanan Pemilu 2019 di Riau. Menurut dia, inovasi-inovasi harus dikembangkan dalam rangka pengamanan.

Ia mencontohkan ide tersebut bisa berupa langkah anggota Polri untuk mengarahkan petugas KPPS mendata para pemilih yang menitipkan ponselnya selama memberikan suara di TPS.

“Petugas KPPS harus diarahkan (untuk mendata ponsel yang dititipkan), jangan sampai ponsel pemilih tertukar atau pemilih lupa mengambil ponselnya. Sebab hal itu nantinya bisa menjadi masalah,” kata Moechgiyarto, Jumat, 23 November 2018.

Inovasi lainnya yaitu dengan memanfaatkan aplikasi pesan di ponsel yakni membuat WhatsApp Group yang berisi para pemangku kepentingan di wilayahnya.

“Manfaatkan WA Group satu desa, untuk bahan informasi, berbagi foto sehingga bisa dimonitor oleh kesatuan setempat,” katanya.

Kemudian, petugas juga perlu berkoordinasi dengan pihak Komisi Pemilihan Umum untuk menempatkan beberapa TPS di satu tempat yang berdekatan untuk memudahkan pengawasan polisi.

“Koordinasi dengan KPU agar satu lapangan bisa ada beberapa TPS, sehingga memudahkan kita melaksanakan pengamanan pemungutan suara,” katanya.

Jika hal tersebut dilakukan, ia meyakini akan mudah bagi polisi untuk melakukan pengamanan dibandingkan dengan beberapa TPS yang terpencar.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menekankan pentingnya pengawasan saat perhitungan suara di TPS, rekapitulasi suara di tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan.

Mantan kapolda Metro Jaya ini meminta agar jajaran Polda Riau benar-benar menjaga kondisi stamina terutama saat menjalankan tugas pengamanan pelaksanaan pemungutan suara.

Moechgiyarto memprediksi proses pemungutan hingga penghitungan suara untuk satu TPS dengan sekitar 300 orang pemilih, akan memakan waktu hingga 16 jam.

“Enam belas jam itu kalau situasi (pemungutan suara) kondusif. Kalau terjadi insiden, akan lebih lama. Kita harus siap. Kalau tidak siap, fatal sekali,” tuturnya.

Ia pun berpesan agar para jajaran Polda Riau terus berlatih dan memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga masing-masing personel memiliki kesiapan dalam bertugas mengamankan pesta demokrasi Pilkada 2019.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko mengatakan, pihaknya akan menyiapkan 2/3 kekuatan dari total 10.600 personel Polda Riau. Artinya sebanyak 6 ribu personel polda dan polres jajaran dikerahkan.

Untuk wilayah rawan, ia menyatakan bahwa semua daerah di Riau menjadi atensi pengamanan.

“Wilayah Riau kondisi perlu atensi semua terutama kondisi geografi. Jadi saya tidak mengatakan aman sekali atau rawan sekali. Kita perlakukan sama, artinya potensinya sama dan atensi sama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *